Sudah tahu tentang MP3EI? Ini adalah kepanjangan dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Menurut saya, proyek inilah yang harus dijadikan prioritas utama untuk semua mata masyarakat Indonesia setidaknya sampai tahun 2014 mendatang. Ini adalah proyek riil yang selama ini dinilai alpha pada era pemerintahan SBY mulai dari 2004 sampai saat ini. Menurut saya, media dan anggota DPR sudah harus mulai menurunkan permasalahan hukum dan HAM sebagai prioritas utama mereka. Sudah waktunya, setidaknya mulai tahun 2012, bangsa Indonesia mulai menata diri untuk membangkitkan perekonomian riil.
Yang perlu dicatat, bangsa kita ini belum kesemuanya monolitik sebagai masyarakat modern. Ambil contoh saja masih banyak masyarakat adat yang tinggal di desa2 adat, bahkan di pulau Jawa pun masih ada. Mereka2 ini tetap harus dilindungi hak2-nya. Jangan sampai nasib mereka seperti warga Mesuji yg sedang ramai diperbincangkan belakangan ini. Kalau mereka ini diproses berdasarkan aturan hukum, jelas mereka berada di pihak yg lemah. Ibarat lomba cerdas cermat, anak SD berlomba melawan mahasiswa.
Kembali ke topik MP3EI. Diperkirakan terdapat 73 Proyek Infrastruktur yg Butuh Rp359,1. Selain itu juga MP3EI Diperkirakan akan Serap 9,3 Jt Tenaga Kerja. Pendekatan ini adalah satu2-nya pendekatan yang masuk akal (formal) dalam hal membuka lapangan pekerjaan, tidak seperti selama ini di mana pemerintah selalu mengagung2-kan program2 seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang notabene justru lebih mengembangkan sektor informal.
Anehnya, Menteri Koordinator Perekonomian Pak Hatta Rajasa mengatakan proyek ini sudah dimulai setidaknya pada bulan Mei 2011. Tetapi kok nggak pernah kedengaran perkembangannya ya? Itulah peran dari media, jangan cuma bahas Gayus, Nazaruddin, sama Angie melulu dong!
Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Showing posts with label ekonomi. Show all posts
Thursday, December 15, 2011
Monday, December 12, 2011
Forum Soegeng Sarjadi Syndicate
Tadi malam (Senin, 12 Desember), Pak Soegeng mengundang Menteri Pertanian di acaranya "Forum SSS". Lagi-lagi, bahasannya sangat memberi pencerahan, beda dengan tokoh2 DPR yang banyak berkomentar di tipi selama ini.
Awalnya, Pak Soegeng bercerita kalau beliau merasa lelah dengan pemberitaan yg begitu gegap gempita sepuluh tahun terakhir ini di negeri kita tercinta ini, sehingga bersama TVRI beliau ingin membuat sebuah acara talkshow yg benar2 mengundang para Menteri sebagai narasumber utamanya. Ini terungkap pada acara "Forum SSS" edisi 5 Desember 2011 yang pada waktu itu beliau mengundang dua narasumber yaitu Pak J. Kristiadi dan Pak Hermawan Sulistyo (Pak Kikiek). Sepengetahuan saya, edisi ini merupakan edisi perdana dari acara ini. Topik yang diangkat adalah: "Presiden versus Menteri2-nya". Kata beliau2 sih, sebetulnya para periset di negara kita sudah banyak melakukan kajian baik dalam bidang hukum maupun pembangunan, namun selama ini belum mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Pak Kristiadi sendiri mengakui bahwa Ia sudah memiliki kajian tentang UU apa saja yg harus diprioritaskan, dan kenyataannya hasil kajian tsb cukup berbeda dengan yg ada di Prolegnas saat ini.
Pada edisi kemarin (tayang Senin, 12 Desember), topik yg diangkat adalah tentang "Pertanian sebagai cara menuju negara Adidaya" (saya simpulkan sendiri kata2-nya, karena tidak saya catat). Narasumber yang diundang adalah Menteri Pertanian, Pak Suswono, Utusan Presiden masalah rakyat miskin, Pak Dillon, dan Ketua Asosiasi Pedagang Bawang, Ki Ageng Anggara. Inti bahasannya adalah: Maukah pemerintah dan segenap rakyat Indonesia untuk menggunakan pertanian sebagai cara menuju negara adidaya, yaitu dengan meningkatkan PDB yg akan menjadikan Indonesia di negara ke-9 negara2 anggota G20?
Iseng2 cari di google, ternyata acara ini adalah tayang ulang dari edisi November 2011. Cek aja di http://www.youtube.com/watch_popup?v=x1I6tTJi7xY.
Update
Ada beberapa info tambahan yang saya dapat. Pertama, acara ini punya akun twitter di http://twitter.com/ssforum_tvri. Tayangan premier-nya (yang penting malah lupa ditulis) setiap hari Senin pkl. 21.00 di TVRI. Untuk mengintip topik yang akan dibahas bisa diintip di akun twitter-nya itu. Kemudian, saya pernah melihat tayangan ulang acara ini di hari Rabu pkl.16.30 WIB dan Minggu pkl. 17.30 WIB.
Awalnya, Pak Soegeng bercerita kalau beliau merasa lelah dengan pemberitaan yg begitu gegap gempita sepuluh tahun terakhir ini di negeri kita tercinta ini, sehingga bersama TVRI beliau ingin membuat sebuah acara talkshow yg benar2 mengundang para Menteri sebagai narasumber utamanya. Ini terungkap pada acara "Forum SSS" edisi 5 Desember 2011 yang pada waktu itu beliau mengundang dua narasumber yaitu Pak J. Kristiadi dan Pak Hermawan Sulistyo (Pak Kikiek). Sepengetahuan saya, edisi ini merupakan edisi perdana dari acara ini. Topik yang diangkat adalah: "Presiden versus Menteri2-nya". Kata beliau2 sih, sebetulnya para periset di negara kita sudah banyak melakukan kajian baik dalam bidang hukum maupun pembangunan, namun selama ini belum mendapat perhatian dari pihak pemerintah. Pak Kristiadi sendiri mengakui bahwa Ia sudah memiliki kajian tentang UU apa saja yg harus diprioritaskan, dan kenyataannya hasil kajian tsb cukup berbeda dengan yg ada di Prolegnas saat ini.
Pada edisi kemarin (tayang Senin, 12 Desember), topik yg diangkat adalah tentang "Pertanian sebagai cara menuju negara Adidaya" (saya simpulkan sendiri kata2-nya, karena tidak saya catat). Narasumber yang diundang adalah Menteri Pertanian, Pak Suswono, Utusan Presiden masalah rakyat miskin, Pak Dillon, dan Ketua Asosiasi Pedagang Bawang, Ki Ageng Anggara. Inti bahasannya adalah: Maukah pemerintah dan segenap rakyat Indonesia untuk menggunakan pertanian sebagai cara menuju negara adidaya, yaitu dengan meningkatkan PDB yg akan menjadikan Indonesia di negara ke-9 negara2 anggota G20?
Iseng2 cari di google, ternyata acara ini adalah tayang ulang dari edisi November 2011. Cek aja di http://www.youtube.com/watch_popup?v=x1I6tTJi7xY.
Update
Ada beberapa info tambahan yang saya dapat. Pertama, acara ini punya akun twitter di http://twitter.com/ssforum_tvri. Tayangan premier-nya (yang penting malah lupa ditulis) setiap hari Senin pkl. 21.00 di TVRI. Untuk mengintip topik yang akan dibahas bisa diintip di akun twitter-nya itu. Kemudian, saya pernah melihat tayangan ulang acara ini di hari Rabu pkl.16.30 WIB dan Minggu pkl. 17.30 WIB.
Friday, September 23, 2011
Crowd Funding
Pertama kali lihat istilah ini agak bingung sih dengan maksudnya. Ceritanya lagi lihat program TV NHK World, tentang petani muda yang ingin mengembangkan cita rasa pada beras yang diolahnya. Terus karena penasaran, coba cek di Wikipedia. Agak ngeh dikit sih. Pokoknya fenomena ini baru berkembang akibat makin berkembangnya internet di negara-negara maju. Tapi kalo menurut saya, kok jadi mirip Koperasi ya?
By the way, saya juga pernah lihat cerita yang mirip di stasiun TV yang sama. Ceritanya tentang bagaimana seorang wirausahawan Jepang memulai bisnis kredit pembelian dan pemasangan panel listrik tenaga surya (solar cell). Mengingat harga panel tenaga surya yang masih selangit, dia mencoba untuk menerapkan sistem dengan penanaman modal awal US$2000 saja kepada beberapa orang sasaran yaitu tepatnya dari masyarakat biasa (bukan investor profesional), dan uang tersebut akan digunakan untuk membeli beberapa unit panel yang kemudian akan di-kreditkan kepada yang berminat. Setelah berjalan beberapa lama, ternyata usahanya ini cukup berhasil dan masyarakat pun semakin tertarik untuk mengikuti program yang dipeloporinya.
Balik lagi ke fenomena internet-nya, di Jepang sendiri ada situs yaitu https://readyfor.jp. Situs ini memuat proyek-proyek yang membutuhkan dukungan komunitas agar dapat berhasil. Meskipun saya sendiri nggak begitu paham isinya (karena UI-nya pakai kanji dan kana), user dapat meng-upload video untuk mengajak pengunjung lain untuk turut berpartisipasi dalam proyek yang direncanakan.
Akhirnya, kapan ya masyarakat Indonesia bisa mengadopsi sistem semacam ini? Memanfaatkan koperasi untuk teknologi hijau? Juga memanfaatkan internet untuk menggalang dana investasi? Memang sih saya pernah mendengar kalo ada koperasi di Indonesia yang bisa menghasilkan listrik dari teknologi mikro-hidro dan menjual hasilnya ke PLN. Tapi untuk yang skala besar lainnya? Yang pasti kita tunggu saja lah terobosan-terobosan dari jenius-jenius muda Indonesia!
By the way, saya juga pernah lihat cerita yang mirip di stasiun TV yang sama. Ceritanya tentang bagaimana seorang wirausahawan Jepang memulai bisnis kredit pembelian dan pemasangan panel listrik tenaga surya (solar cell). Mengingat harga panel tenaga surya yang masih selangit, dia mencoba untuk menerapkan sistem dengan penanaman modal awal US$2000 saja kepada beberapa orang sasaran yaitu tepatnya dari masyarakat biasa (bukan investor profesional), dan uang tersebut akan digunakan untuk membeli beberapa unit panel yang kemudian akan di-kreditkan kepada yang berminat. Setelah berjalan beberapa lama, ternyata usahanya ini cukup berhasil dan masyarakat pun semakin tertarik untuk mengikuti program yang dipeloporinya.
Balik lagi ke fenomena internet-nya, di Jepang sendiri ada situs yaitu https://readyfor.jp. Situs ini memuat proyek-proyek yang membutuhkan dukungan komunitas agar dapat berhasil. Meskipun saya sendiri nggak begitu paham isinya (karena UI-nya pakai kanji dan kana), user dapat meng-upload video untuk mengajak pengunjung lain untuk turut berpartisipasi dalam proyek yang direncanakan.
Akhirnya, kapan ya masyarakat Indonesia bisa mengadopsi sistem semacam ini? Memanfaatkan koperasi untuk teknologi hijau? Juga memanfaatkan internet untuk menggalang dana investasi? Memang sih saya pernah mendengar kalo ada koperasi di Indonesia yang bisa menghasilkan listrik dari teknologi mikro-hidro dan menjual hasilnya ke PLN. Tapi untuk yang skala besar lainnya? Yang pasti kita tunggu saja lah terobosan-terobosan dari jenius-jenius muda Indonesia!
Subscribe to:
Posts (Atom)